Rabu, 24 Oktober 2012

Responsi OPT


1.      Jelaskan definisi organisme pengganggu tumbuhan! Apa kaitan antara organisme pengganggu tumbuhan dengan hasil pertanian ?
Organisme Pengganggu Tanaman adalah semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi hasil yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya.
Kaitannya antara organisme pengganggu tumbuhan dengan hasil pertanian secara umum adalah organisme pengganggu tumbuhan dapat menurunkan pendapatan khususnya petani, selain itu kualitasnya pun menjadi jelek meski memakai benih atau bibit unggulan.
2.      Jelaskan devinisi dari :
a)     Hama tanaman adalah semua jenis binatang yang karena aktivitas hidupnya dapat menyebabkan gangguan serta kerusakan pada tanaman dan atau hasilnya sehingga dapat menimbulkan kerugian.
b)    Patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya.
Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular. Namun, patogen dapat pula menginfeksi organisme uniselular dari semua kerajaan biologi.
c)     Gulma adalah tanaman yang tidak dikehendaki oleh para penanam, karena tanaman ini tumbuhnya salah tempat, tidak dikehendaki dan merugikan. Gulma yang selalu berada di sekitar tanaman yang di budidayakan dapat menghambat pertumbuhan serta menekan hasil akhir.
3.      Sebutkan masing - masing 5 contoh dari :
a)      Hama, contoh : Gryllotalpa sp. (Orong-orong), Chloracria prasina (Belalang pedang), Nezara viridula (Kepik hijau), Sitotroga cerealella (Ngengat gabah), Agrotis ipsilon (Ulat tanah), Erionota thrax L. (Pupa ulat penggulung).
b) Patogen, contoh : Xanthomonas spp. Pseudomonas spp. Phakospora pachyrhizi Sydow (Penyebab penyakit karat pada kacang soya). Puccinia spp. Magnaporthe grisea (menyebabkan bintik-bintik kelabu pada daun rumput).
c) Gulma, contoh : Cyperus rotundus (Teki), Portulaca oleracea (krokot), Eleusine indica (Lulangan), Imperata cylindrica (Alang-alang), Ageratum conyzoides (wedusan).
4. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi gulma berdasarkan :
a. Tempat hidup
b. Siklus hidup
c. Ciri moffologi
a. Gulma Berdasarkan habitatnya:
1.      Gulma Darat (terrestrial weeds)
Tumbuhan ini hidup dan berkembang di darat meliputi gulma semusim,2 musim dan menahun.
Contohnya : 1. Eupatorium odoratum 2. Amaranihus spinosusu

2.      Gulma Air (Aquatic weeds)
Gulma ini tumbuh dan hidup didaerah perairan. Gulma air digolongkan sbb:
a)       Terapung dipermukaan air.Contohnya : Euchornia crassipes., Salvinia sp
b)       Tenggelam di dalam air. Contohnya : Ceratophylum demersum, Utriculata spp
c)        Dari dasar timbul ke permukaan. Contohnya : Nimphaea sp., Sagitaria sp.

3.      Gulma yang menumpang pada tumbuhan lain (Aereal weeds)
Golongan gulma ini adalah epifit, hemi-parasit dan hiper-parasi tyang telah dibicarakan pada tumbuhan tinggi parasit.
b. Gulma berdasarkan daur hidupnya :
a. Gulma semusim (annual weed) yaitu : gulma yang dapat hidup selama daur hidupnya kurangdari satu tahun.Contohnya : ceplukan(Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides) dan bayam duri (Amaranthus spinosa L.)
b. Gulma dua musim (bi-Annual weed) yaitu: gulma yang hanya tumbuh didaerah subtropika pada 2 musim.Contohnya : (Lactuca canadensus L.) ( lettuce,tinggi).
c.Gulma tahunan (perennial weed) ialah gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau tidak berbatas.
Contohnya : alang-alang (Imperata cylindrical L.Beauv), teki (Cyperus rotundus L.) dan sabung rambat (Mikania michrantha (HBK).
 
c. Gulma berdasarkan Morfologi dan respon terhadap herbisida :
a. Gulma Rerumputan (grasses weeds) yaitu: gulma yang berdaun pita yang berasal dari keluarga Poaceae (Graminae).umumnya dari golongan monokotil,perakaran serabut,berdaun pita,batang ulat,pipih, berlubang dll. Contohnya : alang-alang (Imperata cylindrical L.Beauv),paitan (Paspalum conjugatum.L), kawatan dll.
b. Gulma berdaun Lebar ( broad leaves) yaitu : gulma yang berdaun lebar yang memiliki yang berasal dari tumbuhan berkeping dua dan paku-pakuan. Contohnya : cepukan,wedusan,dan sembung rambat.
c. Gulma tekian (sedges) yaitu : gulma yang berasal dari keluarga Cyperaceae, tergolong monokotil, perakaran serabut,berdaun pita,batang bulat,segitiga,pipih,dan massif. Contoh : teki, udelan (Cyperus kyllingia).
d. Gulma Pakisan (fern) yaitu : gulma yang berasal dari keluarga pakisan. Contoh : pakis kadal (Drypteris aridus) dan pakis kinca (Neprolepsis biserata).
5. Jelaskan devinisi dari :
a.       Kerapatan mutlak adalah jumlah individu spesies tersebut dalam petak contoh.
b.      Kerapatan relatif adalah kerapatan multak suatu spesies dibagi jumlah kerapatan mutlak semua spesies dikali 100%.
c.       Frekuensi mutlak adalah hasil pembagian jumlah petak contoh berisi spesies itu dengan jumlah semua petak contoh yang diambil.
d.      Frekuensi relatif adalah frekuensi multak spesies dibagi jumlah frekuensi semua spesies dikali 100%.
e.       Dominasi mutlak adalah biomassa atau bobot kering gulma.
f.       Dominasi relatif adalah dominasi mutlak suatu spesies dibagi jumlah dominasi mutlak semua spesies dikali 100%.
g.      Nilai jumlah dominasi adalah penjumlahan antara kerapatan relatif, frekuensi relatif dan dominasi relatif dibagi tiga unsur tersebut.
h.      Koefisien komunitas adalah
i.        Identifikasi gulma adalah mengidentifikasi semua jenis gulma yang terdapat dalam suatu komunitas.
j.        Analisis vegetasi gulma adalah menganalisis semua jenis vegetasi gulma yang terdapat dalama suatu komunitas.
6. Jelaskan langkah untuk melakukan kegiatan :
a.      Langkah Identifikasi gulma yaitu:
·           Membuat petak contoh dengan ukuran misal 50 x 50 cm dengan menggunakan alat square method pada lahan sawah dan lahan kering,
·           Kemudian dicabut dan diambil gulma yang tumbuh pada petak tersebut,
·           Jenis gulma yang ada diidentifikasi menggunakan buku deskripsi berdasarkan ciri morfologinya, dan ditulis nama spesies, morfologi dan perkembangbiakannya, daur hidupnya serta tempat tumbuhnya.
·           Dan terakhir jenis gulma dipisahkan berdasarkan golongan, yaitu rumput, teki-tekian dan daun lebar.
b.      Langkah analisis vegetasi gulma yaitu:
·           Membuat petak contoh dengan ukuran misal 50 x 50 cm dengan menggunakan alat square method pada lahan sawah dan lahan kering sebanyak lima petak contoh pada masing-masing jenis lahan,
·           Kemudian dicabut dan diambil gulma yang tumbuh pada petak tersebut,
·           Jenis gulma yang ada dipisahkan dan diidentifikasi,
·           Jumlah masing-masing gulma yang ada dihitung, kemudian dimasukan kedalam kantong kertas dan dikeringkan dalam oven pada suhu 700 C sampai kering konstan,
·           Kemudian ditimbang masing-masing gulma yang telah kering tersebut,
·           Dan terakhir dihitung kerapatan, frekuensi, dan dominasi masing-masing jenis gulma.
7.      Jelaskan persaingan yang muncul antara tanaman budidaya dengan gulma!
Persaingan yang muncul antara tanaman budidaya dengan gulma ialah persaingan dalam hal pemanfaatan unsur hara, air, ruang, CO2, dan cahaya baik di lahan sawah maupun lahan kering tujuan dari persaingan tersebut adalah untuk bertahan hidup (melangsungkan siklus hidupnya) dan berkembangbiak.
8.      Jelaskan kerusakan yang muncul karena adanya :
a.       Hama
b.      Pathogen
c.       Gulma
a.    hama : pada daun-daun mengakibatkan daun-daun tinggal tulang daun, membuat banyak lubang, sekeliling pinggiran-pinggiran daun dimakan atau seluruhnya dimakan, menghisap cairan yang ada pada daun, menginjeksi suatu senyawa kimia kedalam tubuh tumbuhan sehingga tumbuhan tidak normal dan timbul bintik-bintik, menimbulkan tumbuhan menjadi layu bahkan kematian dan lain-lainnya.
b.    pathogen : karena hancurnya protoplasma yang diikuti kematian sel, jaringan, organ dan seluruh tanaman sehingga tanaman menjadi menguning, layu, hidrosis, pembusukan pada tanaman hingga kematian pada tanaman.
c.     gulma : pada umumnya gulma tidak merusak morfologi tanaman tetapi adanya gulma menggakibatkan persaingan dengan tanaman yang dibudidayakan, persaingan itu meliputi persaingan dalam unsur hara, air, ruang, CO2, dan cahaya.
9.      Jelaskan cara pengendalian gulma!
·         Pengendalian dini
Menciptakan kondisi lahan bebas gulma. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain dalam : penggunaan pupuk kandang/kompos dan penggunaan benih/bibit bebas gulma.
·         Mekanisme
Metode yang paling umum dilakukan dalam pengendaliaan gulma mekanis adalah dengan mencabut, mencangkul, mengolah tanah, menggali dan mencabutnya sampai ke akar.
·         Kultur teknis
Diupayakan agar penanaman dilakukan lebih awal dan tidak memberikan kesempatan bagi gulma untuk tumbuh dan berkembang.
·         Mulching yaitu, memberikan mulsa dengan materi organik atau plastik. Jika gulma mampu menembus pembatas mulsa, relatif mudah dukendalikan dengan dicabut.
·         Cover crops yaitu, menggunakan tanaman penutup tanah dengan tujuab untuk menghambat benih gulma untuk tumbuh dan berkembang. Tanaman yang dipilih sebaikny bersifat merambat dan tingkat kompetisi dengan tanaman pokok rendah.
·         Mowing yaitu, dengan mebalikan tanah dengan tujuan untuk mengurangi kesempatan benih gulma tumbuh.
·         Pengendalian secara kimiawi yaitu, menggunakan herbisida.
10.  Sebutkan penyakit yang ada pada tanaman padi, jagung, kacang tanah, tomat, cabai, kakao, kelapa sawit, dan tembakau! Pathogen yang menyebabkan penyakit tersebut serta cara pengendalian penyakit tersebut!

Penyakit pada tanaman kacang tanah dan pengendaliannya :
Penyakit belang disebabkan oleh virus yang diidentifikasi sebagai virus Belang Kacang Tanah atau Groundnut Mottle Virus.
Gejala yang sering dijumpai di lapang adalah gejala belang berwama hijau tua dikelilingi daerah yang lebih terang atau hijau kekuning-kuningan. Pada umumnya gejala awal pada daun muda terluhat adanya bintik- bintik klorotik yang selanjutnya berkembang menjadi belang-belang melingkar. Pada daun tua berwarna hijau kekuningan dengan belang-belang berwarna hijau tua. Pertembuhan tanaman yang terinfeksi menjadi terhambat sehingga tanaman menjadi pendek dibandingkan tanaman sehat terutama apabila terinfeksi pada saat tanaman muda. Penyimpangan anatomi juga terdapat pada lembaga biji tanaman sakit.
Pengendalian dengan cara : menanam varietas tahan, menanam benih sehat, pengendalian serangga vector, mengatur waktu tanam, dan sanitasi.

Penyakit pada tanaman tembakau dan pengendaliannya :
Penyakit Lanas. Patogen penyebab penyakit ini adalah cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan (Semangun 1988). Gejala serangannya dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu : Tipe 1; tanaman yang daunnya masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati, pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah empulur tanaman bersekat-sekat, Tipe 2; daunnya terkulai kemudian menguning tanaman layu dan akhirnya mati, Tipe 3; bergejala nekrosis berwarna gelap terang (konsentris) dan setelah prosesing warnanya lebih coklat dibanding daun normal.
Cara pencegahannya adalah melakukan sanitasi pengolahan tanah yang matang memperbaiki drainase penggunaan pupuk kandang yang telah masak, rotasi tanaman minimal 2 tahun dan menggunakan varietas tahan seperti Coker 48, Coker 206 NC85, DB 102, Speight G-28, Ky 317, Ky 340, Oxford 1, dan Vesta 33 (Lucas 1975, Powel 1988, Melton 1991).
Pengendaliannya dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada pangkal batang dengan menggunakan fungisida Mankozeb 2 – 3 g/liter air, Benomil 2 -3 g/liter air, Propanokarb Hidroklorida 1 – 2 ml air dan bubur bordo 1 – 2 %.

Penyakit pada kelapa sawit dan pengendaliannya :
Anthracnose atau Penyakit Antraknosa, gejala serangan daun terdapat bercak-bercak coklat diujung dan tepi daun, bercak coklat dikelilingi warna kuning dan terlihat sebagai pembatas antara daun yang sehat dengan daun yang tidak sehat/terserang penyakit. Penyebab serangan seperti jamur Melanconium sp, Botryodiplodia palmarum, Glomerella cingulata.
Cara pengendalian sejak awal mulai dari pemindahan bibit, dimana seluruh media tanah bibit disertakan, jarak tanam, penyiraman dan pemupukan yang dilakukan secara teratur dan berimbang, aplikasi Captan 0.2 % atau Cuman 0.1 %

Penyakit pada tomat dan pengendaliannya :
Penyakit busuk daun atau cacar. Penyakit busuk daun atau cacar menyerang buah dan daun sehingga daun dan buah berwarna cokelat muda. Penyebab penyakit ini adalah cendawan Phytophtora infestans untuk pemberantasan annya, dilakukan dengan cara tanaman yang terserang disemprot dengan bubur Bordo sekitar 1- 3 % atau Anthracol atau Dithane45 dengan konsentrasi 2 %.

Penyakit pada cabai dan pengendaliannya :
Bercak daun (Cercospora capsici). Bercak-bercak bulat kecil pada daun merupakan ciri khas serangan Cercospora capsici. Warna dibagian dalam lingkaran selalu berbeda dengan tepi lingkaran. Bercak tersebut akan meluas hingga mencapai + 0,5 cm. bercak tampak berwarna pucat sampai putih, dan tepinya berwarna lebih tua. Selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun.
Pengendalian penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan fungisida seperti Topsin, Velimek, Benlate, Derasol, Score secara bergantian.

Penyakit pada jagung dan pengendaliannya :
Penyakit Hawar disebabkan oleh bakteri yang biasa menyerang daun bagian bawah tanaman muda yang akan berbunga, dengan gejala awal munculnya bercak bercak pada daun berbentuk huruf V. Akibatnya pertumbuhan terhambat dan produktivitasnya menurun, daun mengering lalu mati. Pencegahannya selain menanam varietas yang tahan terhadap penyakit ini, juga harus membersihkan gulma di sekitar lahan terutama inang sejenis bawang.
Pengendaliannya dengan cara memusnahkan tanaman yang terserang.

Penyakit pada padi dan pengendaliannya :
Penyakit tungro, disebabkan oleh dua jenis virus yang berbeda yaitu virus bentuk batang Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV). Pengendalian bertujuan untuk mencegah dan meluasnya serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit.
Pengedalian harus dilakukan secara terpadu yang meliputi :
1.      Waktu tanam tepat
2.      Waktu tanam serempak
3.      Menanam varietas tahan
4.      Menggunakan insektisida
5.      Pemupukan N yang tepat
6.      Memusnahkan tanaman yang terserang

Penyakit pada kakao dan pengendaliannya :
Penyakit busuk buah. Busuk buah di sebabkan oleh sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan, dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab. Dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu: (1) sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm; (2) kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun; (3) cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz, cupravit Cobox, dll. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali; (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16, Sca 6,ICS 6 dan hibrida DR1.

11.  Sebutkan hama yang ada pada tanaman padi, jagung, tomat, cabai, kakao, dan tembakau. Jelaskan ciri morfologi dari hama tersebut serta jelaskan cara pengendalianya!
Tanaman padi:
Hama yang ada antara lain:
·         Tikus
Ciri morfologinya ialah warna(bulu) punggung coklat muda bercak coklat, perut dan dada putih. Panjang tubuhnya 30-210mm dan panjang ekornya 120-200mm. Jumlah putting susu 12 buah didada 3 pasang dan perut 3 pasang.
Pengendaliannya antara lain: kultur teknik (tanam serentak, sanitasi lingkungan,dan lainnya), pemanfaatan tanaman perangkap(tanaman terlebih dahulu), secara fisik-mekanik(ukuran pematang dipersempit, pengemposan belerang dan gropyokan, pemasangan bubu perangkap, dan lainnya), pengendalian hayati (pemanfaatan musuh alami), pengendalian kimiawi (menggunakan rodentisida).
·         Keong mas
Ciri morfologinya ialah Ukuran 40-60 mm lebar, 45-75 mm (tinggi), bentuk bulat, cangkang coklat keras, daging lunak kuning/oranye, Penutup cangkang (operkulum) tebal  coklat tua (keong tua) coklat terang (keong muda), dpt digerakkan menutup lubang cangkang (aperture), Dewasa bertelur 1000-1200 telur/bulan, umur sampai 2-6 tahun, Telur ukuran 2,2-3,5 mm diameter, berkelompok, 200-600/kelompok, diletakkan diatas garis air, 7-14 menetas, telur merah terang & lebih pucat ketika akan menetas, Dewasa matang seksual ukuran 2,5 Cm, Stadia paling merusak mulai ukuran 10 mm (biji jagung) sampai 40 mm (bola pingpong), Amfibi, sembunyi ketika terik, nokturnal, 180C lambat gerak, 250C aktif, dpt diapause (6 bulan).
Pengendaliannya antara lain: Persiapan lahan: pemasangan saringan pd. inlet dan outlet, monitoring, handpicking (ukuran besar), traping (selokan lebar 25 Cm, dalam 5 Cm), tanaman penarik, tanaman toksik, itik, Transplanting: jarak tanam standar, daerah endemis tanam bibit tua (25-39 hr var. genjah), pasang ajir, handpicking, drainase, Setelah panen: itik , Kimia (moluskisida) dan pengendalian hayati (musuh alami) keong predator dan Euglandina rosea.
Tanaman jagung :
Hama yang ada antara lain:
Penggerek Batang Jagung (Ostrinia nubilalis)
Ciri morfologinya
Ø  Ngengat muncul dan aktif pd malam hari
o   Betina (ukurantubuh) > jantan
o   Sayap jantan lebih terang
o   Jml telur 60-133
o   Peneluran: fase pembtk malai bunga jantan keluar
o   Lama hidup betina 2-7 hari
Ø  Telur
o   Di daun terkulai/bagian pucuk dekat tulang daun
o   Berklpok:5-90btr (70% diatas permukaan daun
o   Stadium 3-4 hari
Ø  Larva (5 instar)
o   Ukuran sesuai instar: 1(1,40mm), 2(4,30mm), 3(9,10mm), 4(17,20mm),5(21,50mm)
o   Baru menetas: putih bening, lansung berpencar: daun muda dan bunga blm mekar
o   Instar 3 dan lbh tua: menggerek btang lwt buku.
Ø  Pupa
Dalam batang: krem-kecoklatan (mnjelang ngengat)
o   Kelamin:
-          Ukuran betina > jantan
-          Pada ruas akhir abdomen: celah (betia), bulat (jantan)
Pengendaliannya antara lain:
Ø  Mekanis: mencari telur dan memusnahkan.
Ø  Kultur teknis: tanam serempak, pergiliran tanaman, pemangkasan bunga jantan (+ 25%).
Tanaman kakao:
Hama yang ada antara lain:
Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella)
Ciri  morfologinya :
n  Telur      
    ukuran : 0,5x0,2 mm
    warna  : Jingga
    bentuk : Pipih agak oval
    stadium :  6-7 hari
n  Larva
    warna  putih kekuningan hingga hijau muda
    panjang larva: ± 11 mm         
    lama stadium:  15-18 hari
n  Kepompong
Warna    : kuning kecoklatan, panjang 6-7 mm, lebar 1,5mm, lama stadium 5-8 hari,
   berada dalam kokon yg tipis berwarna putih.
n   Imago/Ngegat
Ukuran : panjang  7 mm, lebar 2 mm, lama satadium : ± 7 hari, ngengat betina bertelur 50-100 butir, bersifat nocturnal (aktif hingga pukul 20.30)
Pengendaliannnya antara lain:
Pengendalian dilakukan dg menerapkan PHT yang komponennya meliputi:
a. Pemangkasan yg diikuti dg pemupukan berimbang
b. Sanitasi kebun
c. Penguburan kulit buah
d. Panen sering (seminggu sekali)
e. Pembrongkosan/penyelubungan buah
f. Pemanfaatan agensia hayati.
12. Sebuah lahan dengan luas 10 ha akan digunakan untuk menanam karet. Namun lahan tersebut ditumbuhi alang alang (Imperata cylindrica L.). dosis herbisida adalah 500 liter per hektar dengan konsentrasi 10%. Hitung :
a.       Jumlah larutan herbisida yang dibutuhkan
*500liter x10ha = 5000liter
b.      Kebutuhan herbisida
c.       Tentukan jenis herbisida yang digunakan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar