1. Jelaskan
definisi organisme pengganggu tumbuhan! Apa kaitan antara organisme pengganggu
tumbuhan dengan hasil pertanian ?
Organisme
Pengganggu Tanaman adalah semua organisme yang dapat menyebabkan penurunan potensi
hasil yang secara langsung karena menimbulkan kerusakan fisik, gangguan fisiologi dan biokimia, atau kompetisi hara terhadap tanaman budidaya.
Kaitannya antara organisme pengganggu
tumbuhan dengan hasil pertanian secara umum adalah organisme pengganggu tumbuhan
dapat menurunkan pendapatan khususnya petani, selain itu kualitasnya pun
menjadi jelek meski memakai benih atau bibit unggulan.
2. Jelaskan
devinisi dari :
a)
Hama tanaman adalah
semua jenis binatang yang karena aktivitas hidupnya dapat menyebabkan gangguan serta
kerusakan pada tanaman dan atau hasilnya sehingga dapat menimbulkan kerugian.
Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya istilah ini diberikan untuk
agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular. Namun, patogen dapat pula menginfeksi
organisme uniselular dari semua kerajaan biologi.
c)
Gulma adalah tanaman
yang tidak dikehendaki oleh para penanam, karena tanaman ini tumbuhnya salah
tempat, tidak dikehendaki dan merugikan. Gulma yang selalu berada di sekitar
tanaman yang di budidayakan dapat menghambat pertumbuhan serta menekan hasil
akhir.
3. Sebutkan
masing - masing 5 contoh dari :
a) Hama,
contoh : Gryllotalpa sp.
(Orong-orong), Chloracria prasina
(Belalang pedang), Nezara viridula
(Kepik hijau), Sitotroga cerealella (Ngengat
gabah), Agrotis ipsilon (Ulat tanah),
Erionota thrax L. (Pupa ulat
penggulung).
b)
Patogen, contoh : Xanthomonas spp. Pseudomonas spp. Phakospora pachyrhizi Sydow (Penyebab penyakit
karat pada kacang soya). Puccinia spp. Magnaporthe
grisea (menyebabkan bintik-bintik kelabu pada daun rumput).
c)
Gulma, contoh : Cyperus rotundus
(Teki), Portulaca oleracea (krokot), Eleusine indica (Lulangan), Imperata cylindrica (Alang-alang), Ageratum conyzoides (wedusan).
4.
Sebutkan dan jelaskan klasifikasi gulma berdasarkan :
a.
Tempat hidup
b.
Siklus hidup
c.
Ciri moffologi
a. Gulma Berdasarkan habitatnya:
1.
Gulma Darat (terrestrial weeds)
Tumbuhan ini hidup dan
berkembang di darat meliputi gulma semusim,2 musim dan menahun.
Contohnya : 1. Eupatorium odoratum 2.
Amaranihus spinosusu
2.
Gulma Air (Aquatic weeds)
Gulma ini tumbuh dan hidup
didaerah perairan. Gulma air digolongkan sbb:
a)
Terapung
dipermukaan air.Contohnya : Euchornia
crassipes., Salvinia sp
b)
Tenggelam
di dalam air. Contohnya : Ceratophylum
demersum, Utriculata spp
c)
Dari
dasar timbul ke permukaan. Contohnya : Nimphaea
sp., Sagitaria sp.
3.
Gulma yang menumpang pada tumbuhan
lain (Aereal weeds)
Golongan gulma ini adalah
epifit, hemi-parasit dan hiper-parasi tyang telah dibicarakan pada tumbuhan
tinggi parasit.
b. Gulma berdasarkan daur hidupnya :
a. Gulma semusim (annual
weed) yaitu : gulma yang dapat hidup selama daur hidupnya kurangdari satu
tahun.Contohnya : ceplukan(Physalis angulata L.), wedusan (Ageratum conyzoides)
dan bayam duri (Amaranthus spinosa L.)
b. Gulma dua musim
(bi-Annual weed) yaitu: gulma yang hanya tumbuh didaerah subtropika pada 2
musim.Contohnya : (Lactuca canadensus L.) ( lettuce,tinggi).
c.Gulma tahunan (perennial
weed) ialah gulma yang dapat hidup lebih dari dua tahun atau tidak berbatas.
Contohnya : alang-alang (Imperata cylindrical
L.Beauv), teki (Cyperus rotundus L.) dan sabung rambat (Mikania michrantha
(HBK).
c. Gulma berdasarkan Morfologi dan respon
terhadap herbisida :
a. Gulma Rerumputan (grasses
weeds) yaitu: gulma yang berdaun pita yang berasal dari keluarga Poaceae (Graminae).umumnya
dari golongan monokotil,perakaran serabut,berdaun pita,batang ulat,pipih,
berlubang dll. Contohnya : alang-alang (Imperata cylindrical L.Beauv),paitan
(Paspalum conjugatum.L), kawatan dll.
b. Gulma berdaun Lebar (
broad leaves) yaitu : gulma yang berdaun lebar yang memiliki yang berasal dari
tumbuhan berkeping dua dan paku-pakuan. Contohnya : cepukan,wedusan,dan sembung
rambat.
c. Gulma tekian (sedges)
yaitu : gulma yang berasal dari keluarga Cyperaceae, tergolong monokotil, perakaran
serabut,berdaun pita,batang bulat,segitiga,pipih,dan massif. Contoh : teki,
udelan (Cyperus kyllingia).
d. Gulma Pakisan (fern) yaitu
: gulma yang berasal dari keluarga pakisan. Contoh : pakis kadal (Drypteris
aridus) dan pakis kinca (Neprolepsis biserata).
5. Jelaskan devinisi dari :
a. Kerapatan
mutlak adalah jumlah individu spesies tersebut dalam petak contoh.
b.
Kerapatan relatif adalah kerapatan
multak suatu spesies dibagi jumlah kerapatan mutlak semua spesies dikali 100%.
c.
Frekuensi mutlak adalah hasil
pembagian jumlah petak contoh berisi spesies itu dengan jumlah semua petak
contoh yang diambil.
d.
Frekuensi relatif adalah frekuensi
multak spesies dibagi jumlah frekuensi semua spesies dikali 100%.
e.
Dominasi mutlak adalah biomassa atau
bobot kering gulma.
f.
Dominasi relatif adalah dominasi
mutlak suatu spesies dibagi jumlah dominasi mutlak semua spesies dikali 100%.
g.
Nilai jumlah dominasi adalah
penjumlahan antara kerapatan relatif, frekuensi relatif dan dominasi relatif
dibagi tiga unsur tersebut.
h.
Koefisien komunitas adalah
i.
Identifikasi gulma adalah
mengidentifikasi semua jenis gulma yang terdapat dalam suatu komunitas.
j.
Analisis vegetasi gulma adalah
menganalisis semua jenis vegetasi gulma yang terdapat dalama suatu komunitas.
6. Jelaskan
langkah untuk melakukan kegiatan :
a.
Langkah
Identifikasi gulma yaitu:
·
Membuat petak contoh
dengan ukuran misal 50 x 50 cm dengan menggunakan alat square method pada lahan
sawah dan lahan kering,
·
Kemudian dicabut dan
diambil gulma yang tumbuh pada petak tersebut,
·
Jenis gulma yang ada
diidentifikasi menggunakan buku deskripsi berdasarkan ciri morfologinya, dan
ditulis nama spesies, morfologi dan perkembangbiakannya, daur hidupnya serta
tempat tumbuhnya.
·
Dan terakhir jenis
gulma dipisahkan berdasarkan golongan, yaitu rumput, teki-tekian dan daun
lebar.
b.
Langkah
analisis vegetasi gulma yaitu:
·
Membuat petak contoh
dengan ukuran misal 50 x 50 cm dengan menggunakan alat square method pada lahan
sawah dan lahan kering sebanyak lima petak contoh pada masing-masing jenis
lahan,
·
Kemudian dicabut dan
diambil gulma yang tumbuh pada petak tersebut,
·
Jenis gulma yang ada
dipisahkan dan diidentifikasi,
·
Jumlah masing-masing
gulma yang ada dihitung, kemudian dimasukan kedalam kantong kertas dan
dikeringkan dalam oven pada suhu 700 C sampai kering konstan,
·
Kemudian ditimbang
masing-masing gulma yang telah kering tersebut,
·
Dan terakhir dihitung
kerapatan, frekuensi, dan dominasi masing-masing jenis gulma.
7. Jelaskan
persaingan yang muncul antara tanaman budidaya dengan gulma!
Persaingan
yang muncul antara tanaman budidaya dengan gulma ialah persaingan dalam hal
pemanfaatan unsur hara, air, ruang, CO2, dan cahaya baik di lahan
sawah maupun lahan kering tujuan dari persaingan tersebut adalah untuk bertahan
hidup (melangsungkan siklus hidupnya) dan berkembangbiak.
8. Jelaskan
kerusakan yang muncul karena adanya :
a. Hama
b. Pathogen
c. Gulma
a.
hama
: pada daun-daun mengakibatkan daun-daun tinggal tulang daun, membuat banyak
lubang, sekeliling pinggiran-pinggiran daun dimakan atau seluruhnya dimakan,
menghisap cairan yang ada pada daun, menginjeksi suatu senyawa kimia kedalam
tubuh tumbuhan sehingga tumbuhan tidak normal dan timbul bintik-bintik,
menimbulkan tumbuhan menjadi layu bahkan kematian dan lain-lainnya.
b. pathogen
: karena hancurnya protoplasma yang diikuti kematian sel, jaringan, organ dan
seluruh tanaman sehingga tanaman menjadi menguning, layu, hidrosis, pembusukan
pada tanaman hingga kematian pada tanaman.
c. gulma
: pada umumnya gulma tidak merusak morfologi tanaman tetapi adanya gulma
menggakibatkan persaingan dengan tanaman yang dibudidayakan, persaingan itu
meliputi persaingan dalam unsur hara, air, ruang, CO2, dan cahaya.
9. Jelaskan
cara pengendalian gulma!
·
Pengendalian dini
Menciptakan
kondisi lahan bebas gulma. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain dalam :
penggunaan pupuk kandang/kompos dan penggunaan benih/bibit bebas gulma.
·
Mekanisme
Metode
yang paling umum dilakukan dalam pengendaliaan gulma mekanis adalah dengan
mencabut, mencangkul, mengolah tanah, menggali dan mencabutnya sampai ke akar.
·
Kultur teknis
Diupayakan
agar penanaman dilakukan lebih awal dan tidak memberikan kesempatan bagi gulma
untuk tumbuh dan berkembang.
·
Mulching yaitu,
memberikan mulsa dengan materi organik atau plastik. Jika gulma mampu menembus
pembatas mulsa, relatif mudah dukendalikan dengan dicabut.
·
Cover crops yaitu,
menggunakan tanaman penutup tanah dengan tujuab untuk menghambat benih gulma
untuk tumbuh dan berkembang. Tanaman yang dipilih sebaikny bersifat merambat
dan tingkat kompetisi dengan tanaman pokok rendah.
·
Mowing yaitu, dengan
mebalikan tanah dengan tujuan untuk mengurangi kesempatan benih gulma tumbuh.
·
Pengendalian secara
kimiawi yaitu, menggunakan herbisida.
10. Sebutkan
penyakit yang ada pada tanaman padi, jagung, kacang tanah, tomat, cabai, kakao,
kelapa sawit, dan tembakau! Pathogen yang menyebabkan penyakit tersebut serta
cara pengendalian penyakit tersebut!
Penyakit pada tanaman
kacang tanah dan pengendaliannya :
Penyakit belang
disebabkan oleh virus yang diidentifikasi sebagai virus Belang Kacang Tanah
atau Groundnut Mottle Virus.
Gejala yang sering
dijumpai di lapang adalah gejala belang berwama hijau tua dikelilingi daerah
yang lebih terang atau hijau kekuning-kuningan. Pada umumnya gejala awal pada
daun muda terluhat adanya bintik- bintik klorotik yang selanjutnya berkembang
menjadi belang-belang melingkar. Pada daun tua berwarna hijau kekuningan dengan
belang-belang berwarna hijau tua. Pertembuhan tanaman yang terinfeksi menjadi
terhambat sehingga tanaman menjadi pendek dibandingkan tanaman sehat terutama
apabila terinfeksi pada saat tanaman muda. Penyimpangan anatomi juga terdapat
pada lembaga biji tanaman sakit.
Pengendalian
dengan cara : menanam varietas tahan, menanam benih
sehat, pengendalian serangga vector, mengatur waktu tanam, dan sanitasi.
Penyakit pada tanaman
tembakau dan pengendaliannya :
Penyakit Lanas. Patogen
penyebab penyakit ini adalah cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan
(Semangun 1988). Gejala serangannya dapat dibedakan menjadi 3 tipe yaitu : Tipe
1; tanaman yang daunnya masih hijau mendadak terkulai layu dan akhirnya mati,
pangkal batang dekat permukaan tanah busuk berwarna coklat dan apabila dibelah
empulur tanaman bersekat-sekat, Tipe 2; daunnya terkulai kemudian menguning
tanaman layu dan akhirnya mati, Tipe 3; bergejala nekrosis berwarna gelap
terang (konsentris) dan setelah prosesing warnanya lebih coklat dibanding daun
normal.
Cara
pencegahannya adalah melakukan sanitasi pengolahan
tanah yang matang memperbaiki drainase penggunaan pupuk kandang yang telah
masak, rotasi tanaman minimal 2 tahun dan menggunakan varietas tahan seperti
Coker 48, Coker 206 NC85, DB 102, Speight G-28, Ky 317, Ky 340, Oxford 1, dan
Vesta 33 (Lucas 1975, Powel 1988, Melton 1991).
Pengendaliannya
dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada pangkal batang dengan
menggunakan fungisida Mankozeb 2 – 3 g/liter air, Benomil 2 -3 g/liter air,
Propanokarb Hidroklorida 1 – 2 ml air dan bubur bordo 1 – 2 %.
Penyakit pada kelapa
sawit dan pengendaliannya :
Anthracnose
atau Penyakit Antraknosa, gejala serangan daun terdapat
bercak-bercak coklat diujung dan tepi daun, bercak coklat dikelilingi warna
kuning dan terlihat sebagai pembatas antara daun yang sehat dengan daun yang
tidak sehat/terserang penyakit. Penyebab serangan seperti jamur Melanconium
sp, Botryodiplodia palmarum, Glomerella cingulata.
Cara
pengendalian sejak awal mulai dari pemindahan bibit, dimana
seluruh media tanah bibit disertakan, jarak tanam, penyiraman dan pemupukan
yang dilakukan secara teratur dan berimbang, aplikasi Captan 0.2 % atau Cuman
0.1 %
Penyakit pada tomat dan
pengendaliannya :
Penyakit busuk daun
atau cacar. Penyakit busuk daun atau cacar menyerang buah dan daun sehingga
daun dan buah berwarna cokelat muda. Penyebab penyakit ini adalah cendawan
Phytophtora infestans untuk pemberantasan annya, dilakukan dengan cara tanaman
yang terserang disemprot dengan bubur Bordo sekitar 1- 3 % atau Anthracol atau
Dithane45 dengan konsentrasi 2 %.
Penyakit pada cabai dan
pengendaliannya :
Bercak
daun (Cercospora capsici). Bercak-bercak bulat kecil pada daun merupakan ciri
khas serangan Cercospora capsici. Warna dibagian dalam lingkaran selalu berbeda
dengan tepi lingkaran. Bercak tersebut akan meluas hingga mencapai + 0,5 cm.
bercak tampak berwarna pucat sampai putih, dan tepinya berwarna lebih tua.
Selain menyerang daun juga menyerang pada batang dan tangkai daun.
Pengendalian penyakit ini dengan menjaga kebersihan kebun dan menyemprotkan
fungisida seperti Topsin, Velimek, Benlate, Derasol, Score secara bergantian.
Penyakit pada jagung
dan pengendaliannya :
Penyakit
Hawar disebabkan oleh bakteri yang biasa menyerang daun bagian bawah tanaman
muda yang akan berbunga, dengan gejala awal munculnya bercak bercak pada daun
berbentuk huruf V. Akibatnya pertumbuhan terhambat dan produktivitasnya
menurun, daun mengering lalu mati. Pencegahannya selain menanam varietas yang
tahan terhadap penyakit ini, juga harus membersihkan gulma di sekitar lahan
terutama inang sejenis bawang.
Pengendaliannya dengan cara memusnahkan tanaman yang
terserang.
Penyakit pada padi dan
pengendaliannya :
Penyakit tungro,
disebabkan oleh dua jenis virus
yang berbeda yaitu virus bentuk batang Rice Tungro Bacilliform Virus (RTBV) dan
virus bentuk bulat Rice Tungro Spherical Virus (RTSV).
Pengendalian bertujuan untuk mencegah dan meluasnya
serangan serta menekan populasi wereng hijau yang menularkan penyakit.
Pengedalian harus dilakukan secara terpadu yang meliputi :
1. Waktu
tanam tepat
2. Waktu
tanam serempak
3. Menanam
varietas tahan
4. Menggunakan
insektisida
5. Pemupukan
N yang tepat
6. Memusnahkan
tanaman yang terserang
Penyakit pada kakao dan
pengendaliannya :
Penyakit busuk buah.
Busuk buah di sebabkan oleh sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan,
dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai
curah hujan tinggi dengan kondisi lembab. Dapat diatasi dengan beberapa cara
yaitu: (1) sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya
dalam tanah sedalam 30 cm; (2) kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon
pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam
kebun akan turun; (3) cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida
seperti :Sandoz, cupravit Cobox, dll. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2
minggu sekali; (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16,
Sca 6,ICS 6 dan hibrida DR1.
11. Sebutkan
hama yang ada pada tanaman padi, jagung, tomat, cabai, kakao, dan tembakau.
Jelaskan ciri morfologi dari hama tersebut serta jelaskan cara pengendalianya!
Tanaman padi:
Hama yang ada antara
lain:
·
Tikus
Ciri morfologinya ialah
warna(bulu) punggung coklat muda bercak coklat, perut dan dada putih. Panjang
tubuhnya 30-210mm dan panjang ekornya 120-200mm. Jumlah putting susu 12 buah
didada 3 pasang dan perut 3 pasang.
Pengendaliannya antara
lain: kultur teknik (tanam serentak, sanitasi lingkungan,dan lainnya),
pemanfaatan tanaman perangkap(tanaman terlebih dahulu), secara
fisik-mekanik(ukuran pematang dipersempit, pengemposan belerang dan gropyokan,
pemasangan bubu perangkap, dan lainnya), pengendalian hayati (pemanfaatan musuh
alami), pengendalian kimiawi (menggunakan rodentisida).
·
Keong mas
Ciri morfologinya ialah
Ukuran 40-60 mm lebar, 45-75 mm
(tinggi), bentuk bulat, cangkang coklat keras, daging lunak kuning/oranye,
Penutup cangkang (operkulum) tebal
coklat tua (keong tua) coklat terang (keong muda), dpt digerakkan
menutup lubang cangkang (aperture), Dewasa bertelur 1000-1200 telur/bulan, umur
sampai 2-6 tahun, Telur ukuran 2,2-3,5 mm diameter, berkelompok,
200-600/kelompok, diletakkan diatas garis air, 7-14 menetas, telur merah terang
& lebih pucat ketika akan menetas, Dewasa matang seksual ukuran 2,5 Cm,
Stadia paling merusak mulai ukuran 10 mm (biji jagung) sampai 40 mm (bola
pingpong), Amfibi, sembunyi ketika terik, nokturnal, 180C lambat
gerak, 250C aktif, dpt diapause (6 bulan).
Pengendaliannya antara lain: Persiapan lahan:
pemasangan saringan pd. inlet dan outlet, monitoring, handpicking (ukuran
besar), traping (selokan lebar 25 Cm, dalam 5 Cm), tanaman penarik, tanaman
toksik, itik, Transplanting: jarak tanam standar, daerah endemis tanam bibit
tua (25-39 hr var. genjah), pasang ajir, handpicking, drainase, Setelah panen:
itik , Kimia (moluskisida) dan pengendalian hayati (musuh alami) keong predator dan Euglandina rosea.
Tanaman jagung :
Hama yang ada antara lain:
Penggerek Batang Jagung (Ostrinia nubilalis)
Ciri morfologinya
o
Betina (ukurantubuh) > jantan
o
Sayap jantan lebih terang
o
Jml telur 60-133
o
Peneluran: fase pembtk malai bunga jantan keluar
o
Lama hidup betina 2-7 hari
o
Di daun terkulai/bagian pucuk dekat tulang daun
o
Berklpok:5-90btr (70% diatas permukaan daun
o
Stadium 3-4 hari
o
Ukuran sesuai instar: 1(1,40mm), 2(4,30mm), 3(9,10mm),
4(17,20mm),5(21,50mm)
o
Baru menetas: putih bening, lansung berpencar: daun muda dan bunga blm
mekar
o
Instar 3 dan lbh tua: menggerek btang lwt buku.
Dalam batang: krem-kecoklatan (mnjelang ngengat)
o Kelamin:
-
Ukuran betina > jantan
-
Pada ruas akhir abdomen:
celah (betia), bulat (jantan)
Pengendaliannya antara lain:
Ø
Mekanis: mencari telur dan memusnahkan.
Ø
Kultur teknis: tanam serempak, pergiliran tanaman, pemangkasan bunga
jantan (+ 25%).
Tanaman kakao:
Hama yang ada antara
lain:
Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella)
Ciri morfologinya :
n Telur
ukuran : 0,5x0,2 mm
warna : Jingga
bentuk : Pipih agak oval
stadium : 6-7 hari
n Larva
warna putih kekuningan hingga hijau muda
panjang larva: ± 11 mm
lama stadium: 15-18 hari
n Kepompong
Warna : kuning kecoklatan,
panjang 6-7 mm, lebar 1,5mm, lama stadium 5-8 hari,
berada dalam kokon yg tipis
berwarna putih.
n Imago/Ngegat
Ukuran : panjang 7 mm, lebar 2 mm,
lama satadium : ± 7 hari, ngengat betina bertelur 50-100 butir, bersifat
nocturnal (aktif hingga pukul 20.30)
Pengendaliannnya
antara lain:
Pengendalian dilakukan dg menerapkan PHT yang komponennya meliputi:
a. Pemangkasan yg diikuti dg pemupukan berimbang
b. Sanitasi kebun
c. Penguburan kulit buah
d. Panen sering (seminggu sekali)
e. Pembrongkosan/penyelubungan buah
f. Pemanfaatan agensia hayati.
12.
Sebuah
lahan dengan luas 10 ha akan digunakan untuk menanam karet. Namun lahan
tersebut ditumbuhi alang alang (Imperata
cylindrica L.). dosis herbisida
adalah 500 liter per hektar dengan konsentrasi 10%. Hitung :
a. Jumlah
larutan herbisida yang dibutuhkan
*500liter x10ha =
5000liter
b. Kebutuhan
herbisida
c. Tentukan
jenis herbisida yang digunakan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar